You are currently viewing Tradisi Ramadhan di Aceh Yang Unik

Tradisi Ramadhan di Aceh Yang Unik

DI Indonesia. Setiap daerah memiliki tradisi masing-masing. Dalam bulan puasa khususnya, Aceh memiliki tradisi yang cukup unik. Seperti yang sudah kita tahu, Aceh merupakan provinsi di Indonesia yang memiliki persentase penduduk muslim terbesar. Jika dilihat di data Dukcapil, maka kita akan menemukan fakta bahwa pemeluk agama islam di Aceh itu sebanyak 5,24 juta jiwa atau 98,56% dari total populasi Aceh, yakni 5,33 juta jiwa. Karenanya, tidak heran ada tradisi ramadhan di Aceh dan juga pada setiap hari-hari besar islam lainnya. Lalu, apa saja tradisi ramadhan di Aceh? Yuk Simak!

  1. Tradisi Meugang

Tradisi Meugang adalah tradisi makan daging yang biasanya dilakukan sebelum memulai puasa, lebaran Idul Fitri dan juga lebaran Idul Adha. tradisi ini sudah begitu kental di masyarakat Aceh, sehingga kita akan menemukan begitu banyak pedagang daging musiman dan para pembeli daging sebelum puasa, idul fitri maupun idul Adha dimulai. 

Daging-daging tersebut biasa diolah sesuai selera. Kebanyakan daging diolah menjadi gulai khas Aceh atau sie reuboh, daging masak putih, masak merah dan banyak lainnya. Olahan daging khas Aceh terasa berbeda dari olahan daging biasanya, karena menggunakan banyak rempah-rempah sehingga rasanya menjadi kaya. Kalau kamu ingin mencoba mengolah daging menjadi sajian daging ala Aceh. kamu bisa membaca resep-resepnya di www.warungacehjame.com

Baca Juga:  Resep Olahan Daging

2. Menu Istimewa

Saat ramadhan, ada banyak menu kuliner Aceh yang tak sering terlihat di hari biasa. Namun, dengan mudah kamu jumpai saat sedang bulan puasa. Seperti misalnya bubur kanji rumbi, lemang, mie caluk, minuman timun suri cap patung dan masih banyak lagi. Karena banyaknya saat bulan puasa, makanan-makanan ini menjadi istimewa dan dinantikan untuk menjadi menu berbuka puasa. Saat ramadhan, ada banyak pedagang-pedagang baru yang menjejalkan aneka makanan untuk berbuka puasa. 

3. Warung Makanan di tutup di siang hari

Populasi muslim terbanyak di provinsi Aceh, karenanya tak heran jika para pelaku usaha juga sangat menghormati bulan puasa itu sendiri. Sehingga, warung makanan akan tutup di siang hari dan akan buka kembali menjelang berbuka. 

Jika kamu ingin merasakan bagaimana lezatnya masakan Aceh untuk menu berbuka puasa kamu. Kamu bisa mengunjungi Warung Jame di Jl. Duren Tiga Raya No.66, RT.001, RW.001, Pancoran, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan  DKI Jakarta 12780

Untuk memudahkan, kamu juga bisa pakai google maps ke Warung Aceh Jame. Ditunggu, ya !

 

Leave a Reply