You are currently viewing Museum Tsunami Aceh, Hasil Arsitektur Ridwan Kamil

Museum Tsunami Aceh, Hasil Arsitektur Ridwan Kamil

Tsunami di Aceh terjadi Pada tanggal 26 Desember 2004. Tsunami menghantam pesisir Aceh setelah terjadinya gempa dengan kekuatan M 9,3. Beberapa ahli sejarah menyatakan bahwa, kekuatan gempa itu adalah ke-5 terbesar yang ada dalam sejarah. Karenanya, hari itu sangatlah mencekam. Hari itu adalah hari Minggu. Banyak yang ingin berkunjung ke pantai untuk menghabiskan waktu berlibur di akhir pekan bersama keluarga. Namun, hal tak terduga terjadi.

Museum Tsunami Aceh, Hasil Arsitektur Ridwan Kamil

Tepat pada pukul 07.59 WIB, gempa terjadi. Lalu tidak lama, gelombang tsunami dengan ketinggian yang kira-kira mencapai 30 meter dan kecepatan 100 meter per detik datang tiba-tiba. Begitu cepat dan tak nyata. Tidak hanya manusia, namun kapal PLTD Apung yang memiliki ukuran besar dan berat ikut terseret sampai 5 kilometer jauhnya dari perairan ke tengah daratan. Begitu banyak korban, begitu banyak kehilangan yang terjadi. Menurut sumber KataData, jumlah korban tsunami Aceh mencapai 227.898 jiwa. 

Baca Juga : Mie Aceh Terenak di Jakarta

Pada tahun 2009, bertahun-tahun setelah kejadiaan tsunami, didirikanlah Museum Tsunami Aceh. selain untuk mengenang kejadian Tsunami Aceh, namun juga sebagai tempat belajar. Hal itu diungkapkan oleh Ridwan Kamil saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh. Museum Tsunami Aceh sendiri merupakan hasil karya desain dari Ridwan Kamil. Beliau menyatakan bahwa, Museum ini juga sangat terbuka untuk publik dan dapat dijadikan sebagai ruang interaksi. Atap dari Museum sendiri bisa dijadikan sebagai ruang penyelamatan apabila terjadi bencana serupa. 

Di museum Tsunami Aceh, kita bisa melihat berbagai peristiwa yang terjadi saat itu. Lalu, daftar-daftar nama korban dari Tsunami Aceh. Saat masuk ke museum, pengunjung akan melewati lorong sempit dan gelap yang diapit dengan dua dinding yang menggambarkan air yang tinggi. Dinding museum juga dihias dengan gambar para penari saman yang menggambarkan kekuatan, disiplin, dan juga religius masyarakat Aceh. Atap museum membentuk gelombang laut, Lalu lantainya mirip rumah panggung tradisional Aceh. di bagian atas, tepatnya rooftop tersedia area evakuasi jika terjadi bencana serupa. 

Museum Tsunami Aceh terdiri dari 2 lantai. Di lantai 1 kita bisa melihat jejak dan gambaran bagaimana peristiwa tsunami Aceh terjadi. Sedang di lantai 2 ada media pembelajaran seperti misalnya perpustakaan, ruang alat peraga dan juga ruang 4D. Banyak hal yang bisa kita pelajari saat mengunjungi museum. Tidak hanya itu, kita bisa merenungkan banyak hal dan mendoakan para korban yang telah tiada serta mendoakan agar yang ditinggalkan tetap kuat. Untuk Warung Aceh Jame  yang ingin mengunjungi Museum Tsunami Aceh, berikut alamatnya:

Jl. Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh .

 

Leave a Reply