You are currently viewing Mengenal Lebih Dekat dengan Pahlawan Wanita dari Aceh

Mengenal Lebih Dekat dengan Pahlawan Wanita dari Aceh

Indonesia telah melewati perjalanan panjang dengan perjuangan yang besar untuk mencapai kemerdekaan. Ada begitu banyak perananan para pahlawan sehingga Indonesia merdeka. Tidak menyerah, dan tidak takut menghadapi kenyataan. Salah satunya para pahlawan di wilayah Aceh yang begitu tegas dan berani untuk menolak tunduk pada kolonialisme. Tidak hanya para pahlawan lelaki, namun juga ada pahlawan wanita yang maju dan tak gentar. Mereka menginspirasi wanita untuk bisa kuat, berani, tangguh, semangat untuk memperjuangkan hak diri sendiri dan bangsa negara. Beberapa pahlawan wanita dari Aceh adalah:

Mengenal Lebih Dekat Pahlawan Wanita dari Aceh

1.Cut Nyak Dhien

Lahir di kampung Lampadang pada tahun 1984, Cut Nyak Dhien memiliki semangat seorang pejuang tangguh. Ayahnya juga merupakan pejuang yang ikut dalam perang Aceh melawan Belanda. Cut Nyak Dhien merupakan sosok pahlawan wanita yang tangguh, menularkan semangat kepada teman-teman pengikut juga para pengikutnya. Berbagai lika-liku perjuangan dihadapi, hingga resmi dinobatkan sebagai seorang pahlawan nasional lewat Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106 Tahun 1964.  Cut Nyak Dien melawan perlawanan Belanda bersama suaminya. Bahkan ketika suaminya tiada, beliau tetap melanjutkan perjuangan. Memimpin perlawanan Belanda di pedalaman Meulaboh bersama pasukannya.           

Baca Juga :   Masjid Raya Baiturrahman, Indah dan Penuh Sejarah                                                                                         

2. Cut Meutia

Cut Meutia merupakan anak perempuan satu-satunya dari lima saudara. Anak perempuan Teuku Ben Daud (nama Ayah) dan Cut Jah (nama Ibu) ini lahir pada tahun 1870. Cut Meutia bersama suaminya, Teuku Chik Tunong berjuang bersama menjalankan siasat perang gerilya dan spionase, mulanya di tahun 1901. Beliau meninggal saat berperang. Perjuangan yang sudah dilakukan selama hidup dalam membela negara memberikan beliau status sebagai pahlawan nasional lewat Surat Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 1964. 

3. Keumalahayati (Laksamana Malahayati)

Keumalahayati merupakan putri dari seorang pejuang yang bernama Laksamana Mahmud Syah.  Keumalahayati memimpin pasukan Inong Balee sebanyak 2000 pasukan dalam perlawanan kepada Belanda. Beliau mendapat gelar Laksamana Malahayati karena keberaniannya. Perjuangan yang telah dikerahkan Laksamana Malahayati membuat beliau mendapat gelar Pahlawan Nasional berdasarkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.115/TK/Tahun 2017 tgl 6 Nov 2017. 

Itu dia beberapa pahlawan wanita yang berasal dari Aceh. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang menginspirasi untuk menjadi pribadi yang baik dan memiliki kontribusi untuk bangsa. Selain itu, mengenal pahlawan yang sudah berjuang mengingatkan kita untuk bersyukur karena perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan memberikan kita kehidupan yang lebih baik kini. Semoga juga bisa memotivasi kita untuk mempersembahkan yang terbaik untuk generasi kita yang akan mendatang 

 

Leave a Reply